Perbedaan Antara Psikologi dan Bimbingan Konseling (BK) - Bimbingan Konseling Indonesia Perbedaan Antara Psikologi dan Bimbingan Konseling (BK)

Terbaru :

6/recent/ticker-posts

Perbedaan Antara Psikologi dan Bimbingan Konseling (BK)

Perbedaan Antara Psikologi dan Bimbingan Konseling (BK)
Perbedaan Antara Psikologi dan Bimbingan Konseling (BK)

Sebelumnya kita pernah membahas tentang Perbedaan Konseling dan Psikoterapi. Nah, kali ini kita akan membahas dasar ilmunya, yaitu perbedaan antara psikologi dan bimbingan konseling.

Bimbingan Konseling (BK) merujuk pada kajian ilmu yang secara umum berkaitan dengan cara pembelajaran, pemahaman konsep pendidikan yang ideal dan efektif, serta pemahaman terhadap peserta didik. Nantinya, ilmu bimbingan konseling ini digunakan sebagai dasar dalam melakukan bimbingan pada setting pendidikan. 

Selain itu, salah satu pokok materi yang pasti didapat oleh mahasiswa program studi Bimbingan Konseling adalah Ilmu Psikologi, karena hakikatnya Bimbingan Konseling merupakan cabang dari ilmu psikologi (konseling sendiri dalam ilmu psikologi adalah salah satu metode intervensi dalam penanganan klien). Ilmu psikologi yang didapat dalam Bimbingan Konseling biasanya meliputi konsep mengenai kepribadian, perilaku manusia, teori umum psikologi, rentang perkembangan manusia dan sebagainya. Di Indonesia, biasanya prodi ini masuk kedalam fakultas ilmu pendidikan/keguruan, sehingga gelar sarjana yang didapat umumnya S.Pd. (Sarjana Pendidikan)

Baca Juga: Perbedaan Introvert Dan Ekstrovert Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Sedangkan Psikologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental. Dalam kamus modern, ilmu ini merujuk pada konsep mind, brain, behavior. Cakupan ilmunya lebih luas dari Bimbingan Konseling dan setting aplikasi ilmunya juga banyak, seperti di bidang klinis, pendidikan maupun industri dan organisasi. Di Indonesia, umumnya Psikologi berdiri sendiri dalam rumpun ilmu sosial humaniora, sehingga memiliki fakultas secara independen. Ada pula, universitas yang memasukkan psikologi dalam rumpun sains yang tergabung di fakultas kedokteran/kesehatan masyarakat. Lulusan sarjana psikologi di Indonesia akan dianugerahi gelar S.Psi. (Sarjana Psikologi)

Source : Patera Adwiko Priambodo, S2 Psikologi & Magister Psikologi Profesi Klinis, Universitas Gadjah Mada (Quora Indonesia)

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar